Hubungan Pengetahuan Dan Kelengkapan Dokumen Medis Terhadap Ketepatan Kode Diagnosa Utama Pasien Seksio Caesarean Di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa

Authors

  • Ari Sukawan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

DOI:

https://doi.org/10.33560/jmiki.v9i2.335

Abstract

Lilik Meilany1, Ari Sukawan2

1STIKES Panakkukang Makassar 2Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

lilikmeilany@gmail.com, arisukawan@yahoo.co.id

 

Abstrak

Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran hubungan pengetahuan dan kelengkapan dokumen medis terhadap ketepatan kode diagnosa utama pasien seksio caesarean di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Kabupaten Gowa.Penelitian ini menggunakan metode cross sectional melalui pendekatan observasional analitik.Populasi subyek dalam penelitian ini adalah seluruh koder berjumlah 5 orang. Populasi obyek adalah 53 dokumen pasien rawat inap yang diambil denagn cara total sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan ketepatan kode diagnosa sebanyak 7 (13,2%) sedangkan tidak tepat kode diagnosa utama sebanyak 46 (86,8%). Kelengkapan dokumen sebanyak11 (21%) lengkap dan tidak lengkap sebanyak 42 (79%). Sedangkan hasil uji statistik non-parametrik menggunakan ujia spermen untuk melihat hubungan pengetahuan dan kelengkapan dokumenmedis terhadap ketepatan kode diagnosa pada pasien seksio caesarean di RSUD Syekh Yusuf diperoleh hasil uji statistik yaitup=0,762 sehingga ada hubungan antara kelengkapan dokumen dengan ketepatan kode diagnosa. Makna koefisien korelasi pengetahuan 1.000 berarti ada hubungan antara pengetahuan dan kelengkapan terhadap ketepatan kode diagnosa seksio caesarean di RSUD Syeks Yusuf Kabupaten Gowa.

Kata Kunci : Pengetahuan, Ketepatan, Kode, Seksio Caesarean

 

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Ari Sukawan, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Asisten Ahli Dosen

References

DAFTAR PUSTAKA

Anggraini, M., Irmawati, Garmelia, E., & Kresnowati, L. (2017). Bahan Ajar Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Klasifikasi, Kodifikasi Penyakit dan Masalah Kesehatan Terkait I. In Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan (1st ed.). Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan.

Budi, S. C. (2011). Manajemen unit kerja rekam medis. Yogyakarta: Quantum Sinergis Media.

Erlindai, & Indriani, A. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketidaktepatan Kode Pada Persalinan Sectio Caesarea di Rumah Sakit Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2018. Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (online), Vol.3 No. 2. (http://jurnal.uimedan.ac.id/index.php/JIPIKI/article/view/63, diakses 22 Agustus 2020).

Harti, T., Utami, M., & Widjaja, L. (2016). Completeness Correlation of Medical Resumes Inpatient towards Continuity Claims BPJS. Tangerang: QADR Hospital. Jurnal INOHIM, 4(1), 26–32. https://inohim.esaunggul.ac.id/index.php/INO/article/view/87

Hatta, G. R. (2008). Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan disarana Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press)

______(2012). Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan disarana Pelayanan Kesehatan.Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).

______(2013). pedoman manajemen informasi kesehatan disarana pelayan kesehatan. jakarta: universitas indonesia (UI-Press).

______(2014). Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan disarana Pelayanan Kesehatan. jakarta: universitas indonesia (UI-Press).

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 377 Tahun 2007 Tentang Standar Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. (online)

NP, A. K., & Pertiwi, R. A. (2016). Ketepatan Kode Diagnosis dan Tindakan Terkait Kasus Persalinan di Rumah Sakit At-Turots Al-Islamy . Seminar Nasional Rekam Medis & Informasi Kesehatan Standar Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi 1 Terkait Rekam Medis, (online), (https://publikasi.aptirmik.or.id/index.php/snarsjogja/article/view/91, diakses 21 Agustus 2020).

Nurlaila. (2014). Ketepatan Kodefikasi pada Pasien SC di Tinjau dari Indikasi Tindakan di RUD Haji Makassar. Karya Tulis Ilmia. Makassar: Program D-3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Stikes Panakkukang.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269 Tahun 2008 Tentang Rekam Medis. Jakarta: UI-Press

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2016 tentang Pedoman Indonesian Case Based Groups (INA CBG’s) dalam Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional, Kementerian kesehatan Republik Indonesia (2016).

Pramesti, D., & Lestari, T. (2013). Analisis Keakuratan Kode Tindakan Operasi Cesarean Section Berdasarkan ICD-9-CM pada Formulir Ringkasan Masuk Dan Keluar di RSUD Karanganyar Triwulan I. Jurnal Rekam Medis, (online), Vol. 7 No. 1, (file:///C:/Users/user/Downloads/277-1021-1-PB.pdf, diakses 7 September 2020).

Rahayu, W. (2013). Kode klasifikasi penyakit dan tindakan medis ICD-10. Yogyakarta.

Rustiyanto, E. (2009). Etika Profesi Perekam Medis & Informasi Kesehatan. Yogyakarta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. Jakarta: Presiden Republik Indonesia

Utami, Y. T. (2015). Hubungan Pengetahuan Coder dengan Keakuratan Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap Jaminan Kesehatan Masyarakat Berdasarkan ICD-10 di RSUD Simo Boyowali. INFOKES, (online), Vol. 5 No. 1, (https://ojs.udb.ac.id/index.php/infokes/article/view/90, diakses 22 Agustus 2020).

Published

2021-10-06

How to Cite

Sukawan, A. (2021). Hubungan Pengetahuan Dan Kelengkapan Dokumen Medis Terhadap Ketepatan Kode Diagnosa Utama Pasien Seksio Caesarean Di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 9(2), 156. https://doi.org/10.33560/jmiki.v9i2.335

Issue

Section

Artikel