POTENSI CAMPURAN EKSTRAK ETANOL PEGAGAN (Centella asiatica) DAN PASPASAN (Coccinia grandis) DENGAN AROMA TEH HIJAU SEBAGAI OBAT JERAWAT

POTENTIAL MIXTURE OF PEGAGAN (Centella asiatica) AND PASPASAN (Coccinia grandis) EXTRACT WITH GREEN TEA AROMA AS ACNE MEDICINE

  • Putu Rahayu Natalia Anggraini Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • Yenni Ciawi Fakultas Teknik, Universitas Udayana
  • Made Rai Rahayu Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali
Keywords: pegagan, paspasan, teh hijau, obat jerawat, ekstrak etanol

Abstract

Salah satu faktor penyebab jerawat adalah bakteri Propionibacterium acnes yang merupakan bakteri Gram positif dan anaerob yang hidup normal dalam saluran philosebaseae. Antibiotik sering digunakan untuk mengatasi jerawat dan penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri. Padahal, selain mahal, pemakaian antibiotik terus menerus dapat memicu resistensi. Di Bali, banyak tumbuhan lokal yang bersifat antibakteri yang digunakan secara tradisional dan sudah tercatat dengan baik dalam lontar usadha Taru Premana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi antibakteri campuran ekstrak daun pegagan, daun paspasan, dan daun teh hijau sehingga dapat digunakan sebagai kandidat obat jerawat. Percobaan yang dilakukan adalah persiapan simplisia dengan pengeringan dan penepungan, ekstraksi dengan etanol, evaporasi untuk mendapatkan ekstrak kental etanol. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode agar tuang dengan menggunakan bakteri uji Escherichia coli (Gram negatif) dan Micrococcus luteus (Gram positif). Didapatkan hasil bahwa paspasan dan pegagan bersifat bakteriostatik terhadap E.coli dan bakterisidal terhadap M.luteus dengan diameter daerah hambat terbesar adalah 2,5 cm. Ditemukan juga bahwa penambahan ekstrak teh hijau tidak mempengaruhi aktivitas antibakteri kedua simplisia. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol pegagan dan paspasan berpotensi digunakan sebagai bahan obat jerawat.

Published
2019-10-01