Bentuk Pelabelan Nasdrun Pada Pernyataan Politisi PAN dan Nasdem Dalam Artikel Detiknews.Com (Analisis Wacana Konstruktivisme)

Main Article Content

Ian Wahyuni
Alam Fahdil Fatoni
Lisa Setiawati

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelabelan Nasdrun disampaikan oleh politisi PAN dan Nasdem dalam artikel detikNews.com. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi partisipatif pasif dan simak catat, serta menggunakan teknik analisis data agih dan padan untuk mengungkap makna dalam teks. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana konstruktivisme dari Muhammad A.S. Hikam yang berusaha mengungkap maksud-maksud tersembunyi dari subjek penyampai pesan. Hasil analisis data dan interpretasi data mendeskripisikan bentuk pelabelan Nasdrun dalam artikel detikNews.com terdiri dari dua jenis ungkapan, yaitu disfemisme dan eufemisme yang merepresentasikan maksud tersembunyi dari kedua subjek, yakni waketum PAN Viva Yoga Mauladi dan waketum Nasdem Ahmad Ali. Penelitian ini diharapkan dapat memunculkan penelitian serupa yang membahas tentang pelabelan/ labelisasi sebab kajian di bidang ini belum banyak dilakukan.

Article Details

How to Cite
Ian Wahyuni, Fatoni, A. F., & Lisa Setiawati. (2023). Bentuk Pelabelan Nasdrun Pada Pernyataan Politisi PAN dan Nasdem Dalam Artikel Detiknews.Com (Analisis Wacana Konstruktivisme). Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni, 11(1), 26–34. https://doi.org/10.31091/sw.v11i1.2170
Section
Articles

References

Anggrainy, F. C. (10 Oktober 2022). PAN Pengap dengan Istilah Nasdrun Usai Pencapresan Anies: Racun! Diakses dari news.detik.com: https://news.detik.com/pemilu/d-6339207/pan-pengap-dengan-istilah-nasdrun-usai-pencapresan-anies-racun

Badara, A. (2012). Analisis Wacana: Teori, Metode, dan Penerapannya pada Analisis Wacana. Jakarta: Penerbit Kencana.

Chaer, A. (2013). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Erianjoni. (2015). Pelabelan Orang Minangkabau pada Pelaku Penyimpangan Sosial: Studi Kasus pada Dua Nagari di Sumatera Barat. Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Humaniora, 14(1), 31-39.

Eriyanto. (2011). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS.

Hermaliza, & S, E. (2020). Politisasi Bahasa Melalui Eufemisme dalam Program Berita di Televisi. Geram (Gerakan Aktif Menulis), 8(1), 37-47.

Keraf, G. (2010). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Laili, E. N. (2017). Disfemisme dalam Perspektif Semantik, Sosiolinguistik, dan Analisis Wacana. Lingua, 12(2), 110-118.

Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Tazri, M. (2019). Cebong dan Kampret dalam Perspektif Komunikasi Politik Indonesia. Perspektif Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis, 3(1), 1-7.

Wikipedia. (t.thn.). detik.com - Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas. Dipetik dari id.wikipedia.org: https://id.wikipedia.org/wiki/Detik.com

Zuhairi, & Bustomi, A. (2021). Aktualisasi Nilai-Nilai Moderasi dalam Pandangan Islam. Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah, 5(2), 158-165.