Pemberdayaan Ibu dan Masyarakat Melalui Pelatihan Konselor ASI Sebagai Upaya Pencegahan Stunting

  • Yosi Sefrina Poltekkes Kemenkes RI Padang
  • Hasrah Murni Poltekkes Kemenkes RI Padang
  • Rosa Mesalina Poltekkes Kemenkes RI Padang
Keywords: Keterampilan, Pengetahuan, Pelatihan konselor ASI

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan kronis yang disebabkan oleh asupan gizi dan penyakit infeksi. Stunting menjadi permasalahan global dan nasional, di Indonesia prevalensi stunting 21.6% pada tahun 2022. Determinan penting stunting adalah tidak ASI eksklusif yang disebabkan oleh terbatasnya tenaga konselor ASI dan belum maksimalnya edukasi, sosialisasi, advokasi, dan kampanye tentang ASI. Solusi permasalahan adalah penyelenggaraan pelatihan konselor ASI dengan tujuan terjadinya alih pengetahuan dan keterampilan sehingga berdampak pada pencegahan stunting. Metode PkM adalah kerjasama lintas sektoral dengan puskesmas dan poskeskel menyelenggarakan pelatihan konselor ASI yang diikuti oleh bidan dan kader berjumlah 19 orang. Pengumpulan data primer dengan instrumen kuesioner dan lembar observasi. Data diolah dengan analisis univariat pada variabel pengetahuan dan analisis teks pada variabel keterampilan. Hasil analisis 84.2% peserta berpengetahuan rendah sebelum pelatihan dan 94.7% peserta berpengetahuan tinggi sesudah pelatihan. Terjadi peningkatan pengetahuan tentang materi pelatihan konselor ASI sebesar 37.7%. Sebagian besar peserta dapat melakukan praktik dengan baik.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2024-03-28
How to Cite
Sefrina, Y., Murni, H., & Mesalina, R. (2024). Pemberdayaan Ibu dan Masyarakat Melalui Pelatihan Konselor ASI Sebagai Upaya Pencegahan Stunting. Abdi: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 6(1), 51-59. https://doi.org/10.24036/abdi.v6i1.815