BARAA NANGIS ISANTUK PAINGKO ARUNG: SUNTINGAN TEKS, TERJEMAHAN, STRUKTUR DAN GAYA BAHASA

Yudita Susanti, Ursula Dwi Oktaviani

Abstract


Baraa Nangis merupakan salah satu sastra lisan suku Dayak Tamambaloh. Baraa NangisIsantuk Paingko Arungadalah cerita rakyat yang menceritakan kegigihan Isantuk Paingko Arung dalam mencari harta ke negeri Jawa. Penelitian Baraa Nangis bertujuan untuk menghimpun dan mendokumentasikan teks Baraa Nangis; menerjemahkan Baraa Nangis  agar dapat dipahami dan dinikmati masyarakat luas; mengkaji serta mendeskripsikan struktur Baraa Nangis menurut perspektif A. J.Greimas dan kajian gaya bahasa menurut Gorys Keraf. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, perkaman dan pencatatan. Berdasarkan hasil penelitian, struktur aktansiansial dalam cerita Isantuk Paingko Arung meliputi keinginan kakek mejadikan cucunya terkenal (pengirim); Isantuk Paingko Arung dan rombongannya mencari harta ke negeri Jawa (objek); Isantuk Paingko Arung (subjek); kakek, orang tua, Roronga Sonaru, Burung Pikin Apalin, Landook, Ali-Ali Bua Basi, Tingang, Aniyana, Burung Kiung Balunus, Mando, Lotai Raja Cina, Sipang Batang Sintang, Koling, Saladang Ratu Jawa (penolong); Timbul Laut, Ratu Dadari, Raja Kodali Melayu (penentang); dan orang tua, baro, pekerja lainnya (penerima). Struktur fungsional meliputi: mimpi Isantuk Paingko Arung (situasi awal); Isantuk Paingko Arung menikahi Roronga Sonaru dan harta habis (Transformasi tahap uji kecakapan); Isantuk Paingko Arung beserta rombongannya mencari harta ke negeri Jawa (transformasi tahap utama); Isantuk Paingko Arung mengumpulkan banyak harta dari Raja Kodali Melayu (Tranformasi tahap kegemilangan); dan Isantuk Paingko Arung mampu mengganti harta milik orang tuanya dan hidup bahagia (situasi akhir). Kesimpulan dari fungsi aktansial dan fungsional dari cerita Isantuk Paingko Arung  yaitu rasa ingin terkenal - menjalankan titah - harta habis - mencari dan menemukan - harta terganti - hidup bahagia.Gaya bahasa dalam penelitian ini yaitu jujur, sopan-santun dan menarik. Gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat mengandung gaya bahasa repetisidan eponim.

Kata kunci: cerita rakyat, gaya bahasa, strukturalisme A.J. Greimas




DOI: https://doi.org/10.32528/bb.v3i2.1593

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 BELAJAR BAHASA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats

 

Address:Jl. Karimata No. 49 Jember-Jawa Timur-Indonesia

Phone & Fax:(0331)336728 | 337957

Email:belajarbahasa@unmuhjember.ac.id