Main Article Content

Abstract

The way to alleviate the poverty in the community, family, and individuals to prosperous condition and to alleviate the burden of daily living needs is a real practice of philanthropy. This is the relevance between the objectives of zakat, infaq, shadaqah, and waqf (ziswaf) and Sustainable Development Goals (SDGs) towards the achievement of development goals. The movement focuses on 6 issues including: without poverty, without hunger, quality education, decent work and economic growth, reduced inequality, and environmental cleanliness. It means that ziswaf is a pressure on the existence of community assets. As an effort to fund to distribute (social function), as well as control function. In order to have a practical and valuable impact, Islamic philanthropy must have a relationship between the purpose and essence of the Shari'a in the form of maqashid syarîah to encourage social welfare and the economy. As the inherent institution of Baitul Mal Tamzis, the concept of a creative philanthropy approach is used to increase the scope and sustainability of institutional impacts and provide institutional specific roles with specific institutions and target communities both consumptive and productive

Keywords

Ziswaf Filantropi SDGs Baitul Mal

Article Details

References

  1. Bamualim, C.S. dan Abubakar, I. 2005. Revitalisasi Filantropi Islam: Studi Kasus Lembaga Zakat dan Wakaf di Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa dan Budaya, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Ford Foundation.
  2. BAZNAS. 2016. Buku Statistik Nasional 2016. Jakarta Pusat: Pusat Kajian BAZNAS.
  3. BAZNAS. 2017. Laporan Penghimpunan ZIS 2017 semester I. Jakarta Pusat: Pusat Kajian BAZNAS.
  4. BAZNAS. 2017. Sebuah Kajian Zakat On SDGs; Peran Zakat Dalam Sustainable Development Goals Untuk Pencapaian Maqashid Syariah. Jakarta Pusat: Pusat Kajian BAZNAS.
  5. BAZNAS. 2017. Kerangka Acuan Philanthropy Learning Forum 18 Merumuskan Fiqih Zakat on SDGs. Rabu, 26 Juli 2017.
  6. Departemen Agama Republik Indonesia. 1992. Al Qur’an dan Terjemahannya. Ed Lux. Semarang: CV. Asy Syifa’.
  7. Hafiduddin, D. 2005. Dunia Perzakatan Di Indonesia Dalam Zakat Dan Peran Negara. Bandung: Pustaka Pelajar.
  8. Hoelman, B.M. 2015. Panduan SDGs Untuk Pemerintah Daerah (Kota dan Kabupaten) dan Pemangku Kepentingan Daerah. Jakarta: infrid
  9. Ilmi, Makhalul. 2002. Teori dan Praktek Lembaga Keuangan Mikro Syariah. Yogyakarta: UII Press.
  10. Nasrullah, A. 2015. Pengelolaan Dana Filantropi untuk Pemberdayaan Pendidikan Anak Dhuafa (Studi Kasus pada BMH Cabang Malang JawaTimur). Hunafa: Jurnal Studia Islamika. Vol. 12, No. 1.
  11. PIRAC. 2000. Investing in Ourselves Giving and Fund Raising in Indonesia. Jakarta: PIRAC.
  12. Siradj, M. 2014. Jalan Panjang Legislasi Syariah Zakat di Indonsia: Studi terhadap Undang-Undang Nomor 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Jakarta: Kencana.
  13. Supadie, D.A. 2013. Sistem Lembaga Keuangan Ekonomi Syariah Dalam Pemberdayaan Ekonomi Rakyat. Semarang: Pustaka Rizki Putra.
  14. Rahmat, E. 2018. Pengurus Harian Baitul Mal Tamzis. Bertempat di KSPPS BMT Tamzis. 27 Februari 2018. Pukul 10.00 WIB.
  15. Rapat Anggota Tahunan. KSPPS Tamzis. 2016. Tutup Buku Tahun 2016 Laporan Baitul Maal Tamzis 2016. KSPPS Tamzis.
  16. Rapat Anggota Tahunan. KSPPS Tamzis. 2017. Tutup Buku Tahun 2017 Laporan Baitul Maal Tamzis 2017. KSPPS Tamzis.
  17. Rapat Anggota Tahunan. KSPPS Tamzis. 2017. Tutup Buku Tahun (3 Periode 2015/2016/2017) Laporan Baitul Maal Tamzis. KSPPS Tamzis.
  18. Rododi, A. dan Hamid, A. 2008. Lembaga Keuangan Syariah. Jakarta: Zikrul Hakim.
  19. Yustika, A.E. 2006. Ekonomi Kelembagaan: Definisi, Teori dan Strategi. Malang: Bayumedia Publishing.
  20. Zubaeri. 2018. Pengurus Harian Baitul Mal Tamzis. Bertempat di KSPPS BMT Tamzis. 26 Februari 2018. Pukul 13.00 WIB.