At-Tafrîq Al-Qadhâ’i And The Religious Courts’ Authority In Deciding A Divorce

Authors

  • A. Zamakhsyari Baharuddin STAIN Majene
  • Rifqi Qowiyul Iman Pengadilan Agama Ciamis

DOI:

https://doi.org/10.18592/sjhp.v20i1.3493

Keywords:

tafriq, authority, divorce, judge, religious court

Abstract

AbstractOne of the reasons for the broken marriage is a talaq as a husband's prerogative right. However, in some conditions the talaq is not done by the husband even though the marriage relationship has lost its essence and has gone bad. It is called at-tafrîq al-qadhâ'i which is a way out for the husband's arbitrariness that the Judge is given the authority to terminate the marriage relationship even without the husband’s willingness. This research used a library research method. This research was normative juridical law research and it was analyzed using descriptive-analytic methods. From this research it was found that the Judiciary was authorized to break the rope of marriage through at-tafriq al-qadha’i under certain circumstances to protect the wives’ rights. The authority was not only legally valid in the state law but also had its legitimacy regulated in fiqh.Keywords: tafriq, authority, divorce, judge, the religious courtAbstrakDiantara sebab terputusnya tali pernikahan adalah dikarenakan talak yang merupakan hak prerogatif suami. Namun dalam beberapa kondisi, ternyata talak tidak kunjung dijatuhkan oleh suami meski hubungan pernikahan telah hilang kemaslahatannya bahkan membawa kepada kemudharatan. At-tafrîq al-qadhâ’i yang merupakan jalan keluar dari kesewenangan suami dimana Hakim diberi kewenangan untuk memutuskan hubungan pernikahan tersebut meski tanpa adanya kerelaan dari pihak suami. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research). Sedangkan bila dilihat dari sifatnya, penelitian ini termasuk penelitian hukum yuridis normatif yang dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analitik. Dari penelitian ini dapat dinyatakan bahwa Peradilan berwenang untuk memutus tali pernikahan melalui at-tafriq al-qadha’i dalam keadaan tertentu dalam rangka melindungi hak-hak istri. Bahwa kewenangan tersebut selain sah secara hukum negara ia juga memiliki legitimasinya sendiri yang diatur dalam fikih.Kata kunci: tafriq, kewenangan, perceraian, hakim, pengadilan agama 

References

Effendi, M. Zein Satria. Problematika Hukum Keluarga Islam Kontemporer, Analisis Yurisprudensi Dengan Pendekatan Ushuliyah. 2 ed. Jakarta: Kencana, 2004.

Firdaweri. Hukum Islam Tentang Fasakh Nikah Karena Ketidakmampuan Suami Memenuhi Kewajibannya. 3 ed. Jakarta: CV. Pedoman Ilmu Jaya, 1988.

Ibn ’Abidin, Muhammad Amin. “Radd al Mukhtar ‘Ala al Dur al Mukhtar Sharh Tanwir al Basair.” 1 ed. Beyrut: Dar al Kutub al ’Ilmiyah, 1994.

Kautun, Ranny. Metode Penelitian Untuk Penulisan Skripsi dan Tesis. Bandung: Taruna Grafika, 2000.

Kuwait, Kementrian Wakaf dan Urusan Agama. “al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaityah.” 2 ed. Kuwait: Thiba’ah Dzat al-Salasil, 1983.

Manzur, Muhammad Ibn Mukarram al Mishri Ibn. Lisan al ’Arab. 3 ed. Beyrut: Mu’assasah al Tarikh al ‘Arabi, Dar Ihya Al Turats al ‘Arabi, 1993.

Muhammad, Abdul Kadir. Hukum Dan Penelitian Hukum, Bandung: Citra Aditya Bakti Sabiq As-Sayyid. Bandung: Citra Adhitya Bakri, 2004.

Sa’di, Abu Habib. Al-Qamus Al-Fiqhi Lughatan Wasthilahan. 2 ed. Damaskus: Daar al Fikr, 1988.

Sabiq, al Sayyid. Fiqh al Sunnah. Kairo: al Fath Lil ‘Ilam al ’Arabi, Dar Mishr Li al Thiba’ah, n.d.

Soekanto, Soerjono. Penelitian Hukum Normatif Suatu Tujuan Singkat. Jakarta: Rajawali Press, 1985.

Zarqani, Muhammad Ibn Abd al Baqi Ibn Yusuf al. Sharh al Zarqani ‘Ala Muwattha’ al Imam Malik. 1 ed. Beyrut: Dar al Kutub al ’Ilmiyah, 1990.

Zuhayli, Wahbah al. Mausu’ah al Fiqh al-Islami wa al Qadhaya al Mu’ashirah. 3 ed. Damaskus: Dar al Fikr, 2010.

Peraturaan dan Perundang-undangan

Kompilasi Hukum Islam

Pasal 49 UU No. 7 Tahun 1989 yang telah diubah dengan UU No. 3 Tahun 2006 dan telah diubah dengan UU No. 50 Tahun 2009

Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan

Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan

Downloads

Published

2020-06-27

Issue

Section

Articles